Jumat, 27 April 2012


 Gambar. Monumen Makam Juang Mandor (Kristina Eti, Galuh, Samuel sejarahwan Kalbar, Loviana Heny, Evi grasela)

Makam juang Mandor terletak 88 kilometer dari kota Pontianak, atau 89 kilometer dari kota Ngabang dan dapat dicapai dengan kendaraan roda dua dan empat. Di lingkungan makam yang berada di 10 lokasi ini juga terdapat cagar alam. Makam juang Mandor merupakan akibat terjadinya peristiwa pembunuhan massal pada 28 Juni 1944 oleh penjajahan Jepang. Menurut catatan sejarah sebanyak 21.037 korban pembunuhan tersebut dimakamkan di 10 makam ini.
Makam juang Mandor merupakan benda cagar budaya yang terletak di Lokasi Dusun Mandor, Desa Mandor, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak dengan luas tanah 220.000 meter dan dengan luas bangunan 1000 meter dengan pengurus “Abdul Samad Achmad”.
Makam Juang Mandor merupakan monumen penting mengenai sejarah penjajah Jepang di Kalimantan Barat, makam ini menjadi bukti penting perjuangann rakyat Kalimantan Barat dalam melawan penjajahan Jepang, oleh itu kawasan makam ini mempunyai nilai Sejarah yang heroik bagi bangsa Indonesia pada umumnya dan masyarakat Kalimantan Barat. Di lokasi makam telah di bangun pendopo untuk istirahat para pengunjung dan di ruang pendopo tersebut terdapat sekilas informasi mengenai Sejarah makam Juang Mandor. Selain itu, alam sekitar makam cukup indah di selingi hutan, kantong semar, bukit serta danau sehingga mendukung rekreasi maupun wisata sejarah. Sampai saat ini jumlah korban yang terkubur di makam juang mandor tersebut tidak diketahui secara pasti. Namun menurut catatatn sejarah sekitar 21.037 jiwa warga telah di bunuh. Duka cita kalbar yang terpatria di makam juang mandor ini sepi dari pemberitahuan sejarah nasional. Oleh karena itu pemerintah provinsi kalbar mengeluarkan perda no.5 tahun 2007 tentang peristiwa mandor sebagai Hari Berkabung Daerah (HBD) dan makam juang mandor sebagai monumen daerah provinsi kalbar. Perda no.5 ini diantaranya mengatur pengibaran bendera setengah tiang. Dinas-instansi terkait terutama sekola-sekolah dan rakyat keseluruhan untuk mengibarkan bendera pada setiap 28 Juni. Diharapkan dengan simbolissasi tersebut tertanam nilai-nilai perjuangan bagi warga kalbar untuk terus mengisi alam kemerdekaarn denga karya nyata. Mewujudkan tatanan masyarakat yang adil dan sejahtera, mereka yang terkubur dengan jumlah 21.037 jiwa itu multi ras, multi etnis, multi agama. Mereka berjuang dmi kemerdekaan kejayaan bangsa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar