Gambar. Monumen Makam Juang Mandor (Kristina Eti, Galuh, Samuel sejarahwan Kalbar, Loviana Heny, Evi grasela)
Makam juang Mandor terletak
88 kilometer dari kota Pontianak,
atau 89 kilometer dari kota
Ngabang dan dapat dicapai dengan kendaraan roda dua dan empat. Di lingkungan
makam yang berada di 10 lokasi ini juga terdapat cagar alam. Makam juang Mandor
merupakan akibat terjadinya peristiwa pembunuhan massal pada 28 Juni 1944 oleh
penjajahan Jepang. Menurut catatan sejarah sebanyak 21.037 korban pembunuhan
tersebut dimakamkan di 10 makam ini.
Makam juang
Mandor merupakan benda cagar budaya yang terletak di Lokasi Dusun Mandor, Desa
Mandor, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak dengan luas tanah 220.000 meter dan
dengan luas bangunan 1000 meter dengan pengurus “Abdul Samad Achmad”.
Makam Juang
Mandor merupakan monumen penting mengenai sejarah penjajah Jepang di Kalimantan
Barat, makam ini menjadi bukti penting perjuangann rakyat Kalimantan Barat
dalam melawan penjajahan Jepang, oleh itu kawasan makam ini mempunyai nilai
Sejarah yang heroik bagi bangsa Indonesia pada umumnya dan masyarakat
Kalimantan Barat. Di lokasi makam telah di bangun pendopo untuk istirahat para
pengunjung dan di ruang pendopo tersebut terdapat sekilas informasi mengenai
Sejarah makam Juang Mandor. Selain itu, alam sekitar makam cukup indah di
selingi hutan, kantong semar, bukit serta danau sehingga mendukung rekreasi maupun
wisata sejarah. Sampai saat ini jumlah korban yang terkubur di makam juang
mandor tersebut tidak diketahui secara pasti. Namun menurut catatatn sejarah
sekitar 21.037 jiwa warga telah di bunuh. Duka cita kalbar yang terpatria di
makam juang mandor ini sepi dari pemberitahuan sejarah nasional. Oleh karena
itu pemerintah provinsi kalbar mengeluarkan perda no.5 tahun 2007 tentang
peristiwa mandor sebagai Hari Berkabung Daerah (HBD) dan makam juang mandor
sebagai monumen daerah provinsi kalbar. Perda no.5 ini diantaranya mengatur
pengibaran bendera setengah tiang. Dinas-instansi terkait terutama
sekola-sekolah dan rakyat keseluruhan untuk mengibarkan bendera pada setiap 28
Juni. Diharapkan dengan simbolissasi tersebut tertanam nilai-nilai perjuangan
bagi warga kalbar untuk terus mengisi alam kemerdekaarn denga karya nyata.
Mewujudkan tatanan masyarakat yang adil dan sejahtera, mereka yang terkubur
dengan jumlah 21.037 jiwa itu multi ras, multi etnis, multi agama. Mereka
berjuang dmi kemerdekaan kejayaan bangsa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar